Pilpres 2019 : Tim Pemenangan Prabowo Bertabur Ulama dan Tokoh Kontroversial

0
19
Pilpres 2019 : Tim Pemenangan Prabowo Bertabur Ulama dan Tokoh Kontroversial
Pilpres 2019 : Tim Pemenangan Prabowo Bertabur Ulama dan Tokoh Kontroversial

cairnenergy.org, Pilpres 2019 РPartai koalisi pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengumumkan telah membentuk Badan Pemenangan Nasional pada Rabu malam, 19 September 2018. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan sejumlah nama kejutan akan diboyong untuk didaftarkan ke komisi pemilihan umum (KPU) sebagai tim inti kampanye pemenangan.

Ada sekitar 800 nama. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan, besok (hari ini) kami daftarkan ke KPU,” kata Eddy kepada wartawan di rumah tim pemenangan, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Rabu malam.

Eddy mengatakan deretan nama itu masih dirahasikan dan akan diumumkan secara resmi pada Senin, 24 September 2018. Dalam daftar anggota tim pemenangan itu, terdapat nama Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menempati posisi strategis sebagai koordinator juru bicara.

Dahnil kabarnya telah bersedia mengundurkan diri sebagai PNS. Sejumlah ulama juga dipastikan mendapat tempat di badan pemenangan. Di antaranya Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Yusuf Martak yang juga menjadi penggerak massa 212. Lantas, KH Abdul Rosyid atau putra ulama Betawi legendaris, KH Abdullah Syafi’ ie.

Adapun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi dewan pembina badan pemenangan. Kemudian, di jajaran wakil ketua, muncul nama Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, para sekjen partai koalisi; putri Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.

Yenny Wahid, putra Presiden Abduramhan Wahid atau Gusdur, turut disebut. Namun, belum pasti merapat dan masih ditunggu kabarnya. Koalisi Prabowo-Sandiaga menyebut bakal memberikan tempat istimewa kepada putri kedua Gusdur itu.

Adapun juru debat yang dipastikan telah siap merapat adalah Desi Ratna Sari, aktor Dede Yusuf, serta politikus PKS Ahmad Januli dan Al Muzammil Yusuf. Buni Yani juga dikatakan akan bergabung, tapi posisinya masih dirahasiakan.

Soal struktur, kubu pemenangan Prabowo belum mengumumkan secara pasti. Namun secara garis besar terdiri atas juru bicara, juru debat, dan juru kampanye.

Sementara itu, soal pemilihan format badan, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan hal itu adalah permintaan langsung dari¬†Prabowo. Alasannya, kubu pemenanganya menginginkan susunan kesatuan yang lebih utuh dan lengkap ketimbang tim. “Nanti akan ada badan pemenangan tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota.