Berita Hari Ini : Terus Menguat, Rupiah Sentuh 14.352 per Dolar AS

0
16
Berita Hari Ini : Terus Menguat, Rupiah Sentuh 14.352 per Dolar AS
Berita Hari Ini : Terus Menguat, Rupiah Sentuh 14.352 per Dolar AS

cairnenergy.org, Berita Hari Ini – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (19/12/2018), rupiah dibuka di angka 14.435 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.501 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah menguat ke 14.370 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.352 per dolar AS hingga 14.435 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,01 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.380 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.523 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan ini kemungkinan berakhir dengan naiknya tingkat suku bunga Fed, diikuti dengan pernyataan “dovish” terkait kebijakan moneternya pada tahun 2019.

“Spekulasi dovish itu yang membuat dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang dunia lainnya, termasuk rupiah,” katanya dikutip dari Antara.

Ia menambahkan pasar juga sudah mengantisipasi kebijakan the Fed yang akan menaikan suku bunganya pada Desember 2018 ini sebesar 25 basis poin menjadi 2,5 persen.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan pelemahan dolar AS juga dipicu sikap pelaku pasar yang skeptis terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat yang dinilai mengarah ke resesi akibat masih adanya imbas perang dagang dengan Tiongkok.

“Pelaku pasar mulai mencermati negara dengan fundamental positif, Indonesia salah satunya sehingga berdampak pada mata uang rupiah,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan, pelaku pasar diharapkan tetap waspada berbagai macam sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali melemah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat. Itu didukung dengan berbagai sentimen positif yang telah dibangun perlahan oleh pemerintah.

“Saya sangat berbahagia sekali bahwa satu tahun belakangan ini konsolidasi sektor fiskal, moneter, dan pelaku-pelaku usaha industri pasar itu berjalan dengan baik. Konsolidasi seperti ini kalau terus dilakukan akan membuahkan hasil yang konkret,” ucapnya di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, pada Senin 3 Desember 2018.

Menurut Jokowi, pemerintah akan terus mengoptimalkan potensi domestik untuk merespons ketidakpastian global. Terutama dalam upayanya mengatasi pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

“Kita juga kan produsen terbesar kelapa sawit di dunia, produksi CPO kita 42 juta ton per tahun. Ini kita usahakan hilirisasi untuk Biosolar 20 (B20). Kita wajibkan penggunaannya, berapa juta ton yang bisa kita hemat. Setelah itu kita akan mengejar b80 lalu b100. Sekali lagi, ini akan mengurangi CAD karena impor solar bisa dikurangi dan dihilangkan,” ujarnya.

“Kemudian pembangunan infrastruktur. Selama 4 tahun terakhir ini, kita melihat, kita telah banyak membangun baik airport, pelabuhan, jalan tol, pembangkit listrik, banyak sekali,” ia menambahkan.

Kata Jokowi, upaya-upaya tersebut dalam rangka membangun kepercayaan (trust) kepada para investor.

“Kalau hal seperti ini bisa kita kerjakan. Ini jadi pondasi kita untuk bersaing dengan negara-negara maju. Dan setelah infrastruktur, kita akan masuk ke pembangunan Sumber Daya Alam (SDA). Butuh sekolah vokasi yang membutuhkan standard internasional, upgrade anak-anak muda kita,” ungkapnya.

Jokowi pun menekankan, dengan maraknya sentimen positif baik dari sisi internal maupun eksternal (global) yang kini datang, maka hal tersebut akan membentuk rupiah untuk semakin menguat.

“Jadi yang kita bangun adalah trust, kepercayaan. Kita mengelola fiskal sangat hati-hati. Yang saya dengar arus modal sudah kembali masuk, jadi jangan kaget kalau dolar nanti turun terus,” tandasnya.