Pilpres 2019 : Ini Kata Megawati Soal Cawapres Jokowi

0
67
Pilpres 2019 : Ini Kata Megawati Soal Cawapres Jokowi
Pilpres 2019 : Ini Kata Megawati Soal Cawapres Jokowi

cairnenergy.org, Pilpres 2019 – Presiden Joko Widodo atau Jokowidan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu secara intens di Istana Batu Tulis, Bogor. Terakhir, keduanya bertemu pada Minggu 8 Juli 2018. Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam.

Keduanya, kerap membahas soal Pilpres 2019. Jokowi sendiri sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya.

Mengawati mengatakan, pendamping Jokowi itu akan segera diumumkan.

Gambar terkait

“Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati Soekarnoputri dalam siaran persnya, Senin (9/7/2018).

Sementara, menurut Sekjen PDIP Hasti Kristiyanto, selain membahas soal Pilpres 2019, beberapa hal strategis juga dibahas dalam pertemuan Jokowi-Megawati.

“Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara,” ujar Hasto.

Pertemuan Jokowidan Megawati ini dilakukan secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis.

“Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya,” ungkap Hasto.

Menurut Hasto, pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak bahkan memisahkan antara Jokowi, Megawati, dan PDIP.

“Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat. Sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat,” tandas Hasto.