Berita Bisnis : BI Angkat Bicara Soal Manfaat Pakai Transaksi Nontunai

0
238
Berita Bisnis : BI Angkat Bicara Soal Manfaat Pakai Transaksi Nontunai
Berita Bisnis : BI Angkat Bicara Soal Manfaat Pakai Transaksi Nontunai

Bank Indonesia (BI) akan terus berupaya menggiring masyarakat pada budaya nontunai dengan cara meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari transaksi tunai ke digital (elektronifikasi).

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI, Pungky P Wibowo mengatakan, hal itu perlu dilakukan sebab transaksi nontunai atau elektronik tersebut perkembangannya memilki peran penting dalam perkembangan ekonomi negara.

image_title

Dia menyebutkan, transaksi nontunai bisa menjadi modernisasi infrastruktur keuangan dan mencegah atau mitigasi risiko ilegal.

“Korupsi, pencucian uang (money fund),  pembiayaan terorisme (teroris fund) risiko negara dan lain-lain,” kata Pungky dalam sebuah acara diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta,

Selain itu, transaksi nontunai juga bisa menurunkan shadow economy. Kemudian bisa menjadi efisiensi transaksi nasional serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi baik dari segi konsumsi maupun kecepatan peredaran uang.

Transaksi nontunai juga diklaim bisa meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam hal mengelola jumlah uang yang disuplai.

Dia menegaskan, BI akan terus berupaya agar masyarakat gemar melakukan transaksi nontunai. Tidak hanya di perkotaan, namun juga masyarakat di daerah dan luar Jawa.

“BI  terus melakukan transformasi bagi masyarakat yang masih transaksi secara tunai untuk menerima pembayaran nontunai melalui kerja sama dengan pemerintah dalam mengimplementasikan pembiayaan non tunai,” ujar dia.

Beberapa program tersebut di antaranya adalah bantuan sosial yang distribusinya secara nontunai, cash management system dalam dana desa, penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), elektronifikasi jalan tol, pembayaran transportasi publik dan inklusi keuangan syariah yang salah satunya adalah penyaluran zakat.

Pungky menuturkan, pertumbuhan kartu uang elektronik menunjukkan angka pertumbuhan yang cukup fantastis. Hal itu menunjukkan masyarakat saat ini sudah mulai menyukai transaksi nontunai.

“Januari sampai Februari ini sebulan ya bukan satu tahun pertumbuhan 475 persen. Masyarakat mulai senang berhubungan dengan bank,” ujar dia.

Dia mengatakan, untuk menekan biaya produksi yang cukup tinggi, masyarakat diimbau beralih ke uang elektronik. Apalagi, penggunaan uang tunai saat ini sudah tidak efisien.

“Kita ambil contoh Jasa Marga, penyediaan uang untuk kembalian mencapai Rp2 miliar per hari. Selain itu, jika menggunakan uang tunai, antre di tol itu lama,” papar dia.

Selain itu, transaksi uang tunai tak tercatat dengan baik, dan mudah digunakan untuk kejahatan semisal terorisme, pencucian uang, dan lain sebagainya. Untuk itu, ia mengajak semua pihak beralih menggunakan uang elektronik.

Menurut dia, ada beberapa keuntungan transaksi menggunakan transaksi nontunai. Salah satunya adalah praktis saat dibawa.

“Kegiatan nontunai kita percaya menjadikan efisiensi di sektor pariwisata. Benefit nontunai di antaranya akses lebih luas, tidak perlu bawa uang banyak, higienis, praktis, transparansi transaksi, efisiensi rupiah, dan efisiensi transaksi,